18/06/10

SEMUA KARENA CINTA

Sahabat dan Cinta ternyata tak dapat dipisahkan.
Tak akan ada persahabatan tanpa Cinta,
begitu juga tak akan ada Cinta tanpa persahabatan.
Hmm...

SEMUA KARENA CINTA

Dan bila aku berdiri
Tegar sampai hari ini
Bukan karena kuat dan hebatku
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Tak mampu diriku dapat berdiri tegak
Terima kasih cinta

Lirik sebuah lagu, yang aku suka
Aku suka karena terkesan dengan liryknya
Yang bagiku begitu dalam mengandung arti.

Semua karena Cinta...
Aku sendiri mengakui,
Ketegaran yang kumiliki bukan karena hebat dan kuatnya diriku.
Tapi semua karena Cinta.
Terutama Cinta pada Sang Maha Pencipta Cinta,
Yang bila kita menncintai-Nya tentu kita akan merasa kuat
Dalam menghadapi apapun cobaan yang menghadang dihadapan kita.
Karena aku percaya cobaan itu datang dari-Nya
Dengan penuh Cinta ...
Untuk menjadikan kita lebih dan lebih bertaqwa.

Kemudian Cinta orang-orang disekelilingku,
Orang tua , keluarga, dan sahabat-sahabatku yang juga kucintai,
Telah memberi nilai tersendiri
Dalam membangun kekuatan hingga kudapat berdiri tegar.
Dimana dengan adanya mereka aku dapat percaya diri
Karena merasa masih ada yang mencintaiku dan kucintai.
Itulah Cinta Yang membuatku dapat terus tegar sampai hari ini

Sejak aku kecil dan lemah,
kekuatan cinta orang tua ku yang menjadikan diriku kuat,
Besar dan dewasa.

Disaat aku merasa sedih dan sendiri,
Ada sahabat-sahabatku yang penuh cinta
Akan menghibur dan memberi kekuatan untukku.

Semua karena cinta,
Ketegaranku bukan karena hebat dan kuatnya diriku.
Tapi karena aku memiliki orang-orang yang mencintaiku
Dan ku cintai sepenuh hati.
Yang dari mereka ku dapat menjadi tegar dan kuat.
Bila bukan karena semua itu, tentu tak akan ada arti diriku saat ini.

Begitu dalamya arti cinta,
Karena itu ku ingin belajar mencinta dengan ketulusan hati,
Agar ku dapat lebih berarti dalam menjalani kehidupan ini,
Dan agar hidup ini dapat kulalui lebih terasa indah.

Terimakasih Cinta.
( untuk orang yang kucinta dan kusayangi )

13/06/10

Kunci hati.. Dimanakah letaknya..?

Dalam raga ada hati,
dan dalam hati ada suatu ruang tak bernama.
Ditanganmu tergenggam kunci pintunya.
Ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra.
Berkata-kata dengan bahasa yang hanya bisa di pahami oleh nurani.
Begitu lemahnya ia berbisik, sampai kadang engkau tak terusik.
Hanya kehadirannya yang terus terasa,

mungkin juga sanggup kau raba
dan bila ada apa-apa dengannya
maka duniamu runtuh bagai pelangi meluruh usai gerimis.
Taukah engkau bahwa cinta yang tersesat adalah pembuta dunia?
Sinarnya menyilaukan hingga kau terperangkap
dan hatimu jadi sasaran sekalinya engkau tersekap.
Begitu banyak garis batas memuai
begitu engkau terbuai dan dalam puja engkau sedia serahkan segalanya.
Kunci kecil itu engkau anggap pemberian paling berharga.

Satu garis jangan kau tepis:
membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya.
Diruang kecil itu, ada teras untuk tamu.
Hanya engkau yang berhak ada dalam inti hatimu sendiri.

Kekayaan Hati : Sebuah Kunci Keseimbangan

Terkadang, seseorang tidak sesungguhnya memahami “apa yang dibutuhkan di dalam kehidupannya ?”. Berlomba dengan waktu untuk mencari dan menemukan sebuah kebahagiaan. Ia akan membuat sebuah tolak ukur tentang apa yang dimaksud “kebahagiaan”.

Misalnya ia akan bahagia jika telah lulus kuliah, ia akan bahagia jika telah mendapat sebuah rumah baru, dan lain sebagainya. Bahkan seseorang dapat menjadi “haus” kebahagiaan. Karena sesungguhnya target yang ia buat tidak benar-benar dapat memberinya kebahagiaan.

Hal seperti itu yang banyak kita jumpai saat ini, dan juga pernah saya alami. Perasaan hampa dan kurang puas, saat kebahagiaan yang dinanti ternyata tidak tercapai, meskipun target yang kita buat sudah terlaksana.

Tahukah anda apa yang saya temukan ?

Sebuah jawaban yang membuat semuanya berubah. Sebuah “kesadaran” tentang ada dan tiada. Rumus sederhana yang membuka mata dan pikiran saya saat itu. semua hal di dunia tidak ada yang abadi, silih berganti dan tentu menjadi usang seiring waktu. Seperti tubuh yang dapat menjadi tua, seperti rambut yang dapat berubah warna. lalu, saya mendapatkan sesuatu yang tidak dapat menua, yaitu “hati nurani”.

Kecantikannya tidak akan menghilang, menjadi cahaya penerang di dalam diri. Resep sederhananya adalah bersyukur dan tentunya “saling mengasihi” dengan siapapun dan apapun. Dengan perlahan saya membangun diri dari dalam. Memperkaya hati nurani, belajar berterimakasih atas segala yang saya miliki.

Tahukah anda apa hasilnya?

Berjuta kebahagiaan, senyum kasih setiap harinya, serta merubah semua cara pandang saya terhadap hidup. Hal tersebut membuat segalanya menjadi seimbang. satu hal yang saya dapat bagikan pada anda.

“Kehidupan adalah kasih bagiku, semua harta dunia tidak dapat melebihi rasa syukur dan kebahagiaan ku saat ini. Saat ku menemukan sebuah harta berharga yang tidak dapat hilang dan berkurang walaupun ku beri pada siapapun, yaitu Kekayaan Hati”

12/06/10

A Special Word"


The sight of you makes my day

every moment we share becomes a dream come true

My dreams are coming true

Being with you

I hold your heart so near to mine

You are my everything

I swear its not a lie

I will never take your love for granted

You and I are meant to be

I know you were made for me

Before I met you

I woke up because I had to, I had nothing to look forward to

And I slept because I dreamt a new life

Now I cant wait to start my day

You're the reason I wake to start the day

And why should I sleep

When I'm living the number one dream

Finding a true love is a dream come true...

Izinkanlah Aku Mencintaimu

Sesegar wajahmu...
Seanggun parasmu...
Semolek tubuhmu yang menawan...
Sebegitu besar kumemujamu oh kekasih...
Kau yang selalu membahana dalam jiwaku...
Tak pernah lari dalam kenyataan cinta...

Semanis senyummu...
Seindah rambutmu...
Sesegar nafasmu yang menghembuskan cinta..
Yang terdalam.. menghiasi setiap nafasku...
Engkaulah jiwa dan belahan hatiku...
Keindahanmu tak habis di mataku...

Seketika kucinta parasmu...
Seketika kusayang jiwamu...
Dan tak lepas kemesraan itu dari padamu..
Kuberikan dan kuhapus semua gundah itu
Tuk peroleh segenap cinta dari hatimu..
Yang kunantikan mampu menggantikan nyawaku...

Selagi dariku memendam semua harta cintaku...
Kuingin berikan itu padamu oh sayangku...
Sekalipun kau merasa tak pantas untukku..
Kan kupaksakan cinta ini kuberikan padamu...
Sekalipun kuharus mengemban malu ...
Hanya untukmu seorang cintaku hinggap..
Aku amat sangat cinta padamu...
Jangan kau tolak cinta suciku ini....
Izinkanlah aku mencintaimu...

Cintaku Yang Tulus Kepadamu

Kasihku,
Pernahkah kau lihat derai air mataku?
Meskipun tak sekalipun kutunjukkan kepadamu..
Bahwa kumenangis engkau yang kurindukan..
Kuhanya takut akan kehilangan..
Kehilangan cintamu yang aku dapatkan..
Kutak mau hartaku hilang bak merpati yang lepas..
Tak mampu kugapai lagi, bahkan secuil cintapun..
Inginku pecahkan segala bila jibaku terjadi...
Ronta dan amarahku kan menerkam bak singa..
Yang serta merta mengaum dan memangsa segalanya..
Kutak mampu sayangku, aku tak mampu kehilanganmu..
Pabila ku tak lagi dengar suaramu...
Dada ini terbelah, tercabik perih...
Karena suaramulah yang obati semua...
Kutak mau seperti punuk merindukan bulan...
Kuingin jadi embun yang merindukan mentari...
Yang kan datang dan pergi seraya kehadiranmu...
Oh sayangku, taukah engkau...
Setelah kubacakan puisi ini padamu...
Begitu besar cinta yang tulus ini padamu...
Tak sedikitpun tersirat dalam bayangku...
Bila kau tinggalkan aku terpuruk sendiri...
AKu tak mampu hidup tanpamu...
Selalulah setia, dan kuharapkan cintamu...