Dalam raga ada hati,
dan dalam hati ada suatu ruang tak bernama.
Ditanganmu tergenggam kunci pintunya.
Ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra.
Berkata-kata dengan bahasa yang hanya bisa di pahami oleh nurani.
Begitu lemahnya ia berbisik, sampai kadang engkau tak terusik.
Hanya kehadirannya yang terus terasa,
mungkin juga sanggup kau raba
dan bila ada apa-apa dengannya
maka duniamu runtuh bagai pelangi meluruh usai gerimis.
Taukah engkau bahwa cinta yang tersesat adalah pembuta dunia?
Sinarnya menyilaukan hingga kau terperangkap
dan hatimu jadi sasaran sekalinya engkau tersekap.
Begitu banyak garis batas memuai
begitu engkau terbuai dan dalam puja engkau sedia serahkan segalanya.
Kunci kecil itu engkau anggap pemberian paling berharga.
Satu garis jangan kau tepis:
membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya.
Diruang kecil itu, ada teras untuk tamu.
Hanya engkau yang berhak ada dalam inti hatimu sendiri.
kunci hati....letaknya di sanubari.
BalasHapuspuisi yg sangat bagus..
BalasHapus